Selasa, 16 Mei 2017

Seni Tari

Seni tari adalah seni yang berasal dari gerakan tubuh berirama yang biasanya diiringi dengan seni musik. Tarian dapat menunjukan ekspresi, emosional, maupun untuk doa dalam sebuah ritual. Unsur utama dalam tari adalah gerak tubuh manusia dan tidak lepas juga dengan irama, ruang, dan waktu. Seni tari juga dianggap sebagai bentuk komunikasi nonverbal pada hewan seperti lebah yang melakukan tarian saat kawin. Tari dapat dibedakan dan dijelaskan dengan berbagai cara seperti koreografi, gerakan, waktu, dan tempat asal. Namun banyak penelitian yang menunjukkan kesamaan beberapa tarian di beberapa tempat.


Perbedaan penting dari tarian adalah tarian teatrikal dan tarian partisipatif. Namun demikian, dua kategori itu tidak benar-benar terpisah. Masing-masing saling mempengaruhi. Keduanya juga memiliki fungsi khusus seperti tarian seremonial yang hanya dilakukan sekali setahun, tarian erotis, tarian perang, atau tarian sakral.

1. Pengertian Seni Tari

Seni adalah proses penciptaan yang didasari oleh rasa dan karsa. Sedangkan tari adalah gerakan tubuh yang berirama dan biasanya diiringi oleh musik. Jadi, secara harfiah seni tari adalah proses penciptaan yang didasari oleh rasa dan karsa berupa gerakan tubuh berirama dan diiringi oleh musik.

2. Pembagian Seni Tari dari Jenis Pertunjukan dan Partisipasi

Seni tari dapat dibedakan menjadi dua dilihat dari jenis pertunjukan dan partisipasinya. Yaitu tari teater dan tari partisipatif.

2.1. Tari Teater


Tari teater yang juga disebut tari pertunjukan atau konser tarian, berfungsi sebagai tontonan dan hiburan. Biasanya dilakukan di atas panggung dan menceritakan sebuah kisah yang mungkin akan menggunakan properti khusus. Bisa juga diiringi musik. Contoh tari teater adalah balet, tari modern, tari India klasik, tarian drama Tiongkok dan Jepang, dll. Tarian tersebut bisa juga muncul dalam opera atau teater musikal.

2.2. Tari Partisipatif


Tari partisipatif adalah tarian rakyat, tarian sosial, tarian berkelompok, atau tari berpasangan. Tujuan tarian ini lebih ditujukan untuk interaksi sosial atau olahraga dimana tidak ada penonton. Tarian jenis ini jarang menggambarkan sebuah cerita. Hampir semua macam tarian ini dapat dilakukan dengan bebas tanpa ada aturan. Namun ada beberapa macam tarian yang memiliki aturan tertentu misalnya hanya laki-laki, perempuan, atau anak-anak yang boleh melakukannya.

3. Asal dan Sejarah Seni Tari

Bukti arkeologis tertua yang menunjukkan adanya tarian adalah lukisan tua berusia 9000 tahun di Shelter Rock of Bhimbetka, India dan lukisan pada makam yang dibuat pada tahun 3300 SM di Mesir yang menggambarkan seorang penari.

Sebelum penemukan bahasa dan tulisan, tari adalah cara untuk menyampaikan sesuatu berupa cerita dari generasi ke generasi. Penggunaan tarian pada waktu itu digunakan untuk menyampaikan kegembiraan dan ritual penyembuhan seperti yang saat ini ditemukan pada kebudayaan masyarakat di kawasan hutan hujan Brasil dan gurun Kalahari. Hal tersebut menjadi salah satu faktor munculnya tarian.Tarian Yunani (horos) pernah disebutkan oleh Plato, Aristoteles, Plutarch, dan Lucian.Bible dan Talmud merujuk ke banyak event yang berhubungan dengan seni tari dan terdiri dari lebih dari 30 makna tari yang berbeda.

Dalam tembikar Cina Kuno pada masa Neolitikum terdapat gambar sekelompok orang menari sambil berpegangan tangan. Huruf Cina “menari” pertama kali ditemukan di tulang oracle. Tarian primitif pada masa Cina kuno sering dikaitkan dengan ilmu sihir dan ritual perdukunan.Selama milenium pertama sebelum masehi di India, seni tari berperan penting dalam budaya India.Banyak sekali jenis tarian kontemporer seperti tarian historis, tari tradisional, tari seremonial, dan tari etnis.

4. Musik dalam Seni Tari

Banyak sekali jenis seni musik dan seni tari yang diciptakan untuk dimainkan bersama-sama. Pengembangan berpasangan ini terus dilakukan dari waktu ke waktu dan menghasilkan bentuk tarian seperti jig, waltz, tango, disko, dan salsa. Beberapa genre musik terdapat tariannya seperti musik barok dan tarian barok, atau musik klasik dan balet klasik.

Meskipun tarian sering disertai dengan musik, ada beberapa tarian yang dilakukan tanpa musik seperti tap dance. Saat melakukan pertunjukkan musik, tarian tidak selalu dimainkan selama iringan musik.

5. Seni Tari di Berbagai Belahan Dunia

5.1. Seni Tari di Asia

Semua tarian klasik India berakar dari Natyashastra. Ciri khasnya adalah penggunaan lonceng di sekitar pergelangan kaki mereka. Sekarang terdapat banyak varietas tarian klasik India di beberapa daerah.

Pada tarian Sri Lanka terdapat tarian setan yang disebut yakin natima. Tarian ini merupakan ritual pra-Buddha Sri Lanka yang menggabungkan Ayurvedic dan Sinhala. Pengaruh tarian tersebut juga dapat dilihat pada tarian klasik Sri Lanka.

Di Indonesia, terdapat banyak sekali jenis tarian. Setiap daerah memiliki beberapa tarian khas. Beberapa jenis tarian sudah terkenal hingga ke mancanegara seperti tari Pendet, tari Kecak, tari Tor-Tor, tari Piring, tari Saman, dll. Beberapa tarian tersebut mendapat pengaruh dari budaya Hindu, budaya Islam, atau campuran keduanya.


5.2. Seni Tari di Eropa dan Amerika Utara

Balet pertama kali dikembangkan di Italia dan kemudian di Perancis. Balet dapat dikatakan hiburan mewah yang dikombinasikan oleh musik, drama, puisi, lagu, kostum, dan tarian. Selama pemerintahan Louis XIV yang juga merupakan seorang penari, seni tari sering dikodifikasi. Penari profesional mulai mendapatkan tempat. Bahkan ada ahli balet yang mendapatkan lisensi dari pemerintah Perancis. Akademi tari balet pertama, Académie Royale de Danse, dibuka di Paris pada tahun 1661. Tak lama kemudian, muncul kelompok penari balet yang awalnya hanya untuk laki-laki. Tetapi pada tahun 1681 perempuan mulai ikut serta.

Konser tari abad ke-20 membawa ledakan inovasi dalam gaya tari yang ditandai dengan eksplorasi teknik tari yang lebih bebas. Pelopor awal dari apa yang dikenal sebagai tari modern termasuk Loie Fuller, Isadora Duncan, Mary Wigman, dan Ruth St. Denis.

Tari Afrika Amerika adalah tarian yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Amerika Utara. Tarian tersebut termasuk disko, tari jazz, tari hip hop, tari rock dan roll, dll. Kebanyakan tarian tersebut sudah memiliki pengaruh global.


6. Pendidikan Seni Tari

Studi tari saat ini ditawarkan melalui program seni dan humaniora. Banyak lembaga pendidikan tinggi di Fakultas Seni yang mengajarkan seni tari. Sebuah kurikulum studi tari dapat mencakup beragam topi seperti latihan tari, koreografi, etnokoreologi, notasi tari, dan dansa.

7. Pekerjaan di Bidang Seni Tari

7.1. Penari

Penari profesional biasanya dipekerjakan dengan sistem kontrak untuk pertunjukan tertentu atau untuk diproduksi. Kehidupan penari profesional biasanya selalu mendapat tekanan kompetiti yang kuat dan dengan upah yang tergolong rendah. Akibatnya, penari profesional harus mencari penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Di Amerika Serikat banyak serikat penari profesional yang menetapkan kondisi kerja dan gaji minimum untuk anggotanya.


7.2. Guru Tari

Guru tari biasanya berfokus pada pengajaran tari. Mereka biasanya memiliki pengalaman dalam jenis tari yang mereka ajarkan. Paling umum berasal dari mantan penari jenis tertentu atau yang sebelumnya sering memenangkan lomba tari.

Guru tari mungkin membuka les sendiri atau dipekerjakan oleh sekolah tari. Beberapa sekolah tari dikelola secara profesional, namun ada juga guru yang membuka usaha les menari yang dikelola dan diajarkan oleh dia sendiri.


7.3. Koreografer

Koreografer sering berasal dari universitas dan digunakan untuk proyek-proyek pertunjukan tertentu.


8. Kompetisi Seni Tari

Kompetisi atau lomba tari adalah sebuah acara yang terorganisir di mana kontestan melakukan tarian sementara para juri memberikan penilaian untuk memilih pemenang. Pemenang biasanya akan mendapatkan penghargaan dan hadiah berupa uang tunai. Kompetisi ini biasanya dilakukan pemerintah atau lembaga pendidikan dalam rangka melestarikan seni tari di daerahnya.


9. Menari untuk Meningkatkan Kesadaran

Seperti jenis-jenis hiburan lainnya, seni tari kadang digunakan untuk meningkatkan kesadaran para peserta tentang isu-isu sosial. Pertunjukan tari telah digunakan untuk meningkatkan kesadaran diabetes, kekerasan terhadap perempuan, menjaga sumber daya air, alzheimers, dan kanker.

10. Jenis-Jenis Seni Tari

Banyak sekali jenis-jenis seni tari yang dibedakan menurut masa, jumlah penari, fungsi, dll. Ada tari tradisional dan tari modern jika dibedakan menurut masanya. Ada tari tunggal, tari berpasangan, dan tari kelompok jika dibedakan menurut jumlah penari. Ada tari pergaulan, tari penyambutan, dan tari kompetitif jika dibedakan dari fungsinya.



Sumber : http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2014/12/seni-tari-artikel-lengkap.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar